KITA DAN RASA

1:22 AM Ali Abdul Wahid 3 Comments




youtube : https://youtu.be/hD5pRFaqfus


“Kita dan Rasa”
                Film ini menceritakan kisah tentang 5 orang sahabat yang sama-sama sedang belajar untuk saling memahami. Tokoh dalam pemeran ini yaitu Ahmad, Puci, Silvi, Uni, dan Syarah.
                Dalam film yang berdurasi sangat singkat ini, tokoh Ahmad memulai pembicaraan dengan memperkenalkan sahabatnya satu persatu. Mulai dari si cantik Putri alias Puci, si kalem Uni, dan si anak gaul Silvi. Setelah Ahmad selesai memperkenalkan sahabatnya, tiba-tiba Syarah ngambek dan berkata “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. “ Kemudian dengan ketus Syarah melanjutkan perkataannya, “Sabar walaupun enggak pernah dianggap!”. Dengan spontan Ahmad menanggapi perkataan Syarah, “Eits tunggu dulu, kagak usah kebanyakan baper mi” dengan logat betawi. “Kenalin nih, sahabat gue satu lagi, namanya mamah Syarah bukan mamah Dedeh ya.” Kata Ahmad. Lalu dengan lantang Silvi memotong percakapan mereka, “Udah-udah gak usah kebanyakan ngomong, kalian norak deh!”.
                Setelah itu, Uni memulai percakapan dengan nada serius, “Teman-teman, itu dia perkenalan dari kami. Jika ada kritik dan saran, kirim ke alamat di bawah ini ya J”. Lalu Putri menanggapi Uni, “Udahan dong becandanya, aku ngambek nih.”. Kemudian, Silvi dan Syarah memulai percakapan kembali. Silvi berkata, “Ok ok, bicara soal sahabat pasti kalian punya cerita masing-masing yang menarik kan?”. “Itu tidak lain dan tidak bukan karena sifat-sifat shabat kalian yang berbeda.” Kata Syarah. Silvi dengan spontan melanjutkan, “Contohnya sifat yang satu ini yang nge-hitz di tahun 2014/2015.”.
                Sifat apa sih yang nge-hitz  di tahun 2014/2015? Persahabatan seperti apa sih yang mereka gambarkan? Mau tahu kelanjutan ceritanya seperti apa? Tonton Film Kita dan Rasa, jangan lupa di-like dan di-comment ya teman-teman J.






3 comments:

  1. Subhanallah! Bagus! Film pendek ini memuat pesan yg sangat dibutuhkan untuk remaja saat ini. Ide yg sederhana namun brilian. Hanya saja masih ada beberapa kekurangan dr kemasannya. Rekaman yg kurang rapi serta pengambilan tempat yg kurang sesuai(terlalu gelap/dibutuhkan lighting) membuatnya terkesan terburu-buru. Dizaman sekarang ini, banyak orang yg hanya melihat 'kemasan' tanpa isi. Agar tidak kalah dg hal2 yg minim isi namun baik dalam 'kemasan', temen2 diharap bisa lebih baik kedepan dan mampu mengalahkan film2 yg minim isi namun baik 'kemasannya' itu. Semangat temen2, smoga kedepan jadi lebih baik!

    ReplyDelete